Denmark Mendukung Teknologi Blockchain Sebagai Instrumen untuk Memerangi Korupsi Politik

04 Sep 2020 13:27
Denmark Mendukung Teknologi Blockchain Sebagai Instrumen untuk Memerangi Korupsi Politik

Pemerintah Denmark, melalui Kementerian Kerjasama Pembangunan, telah meluncurkan laporan baru pada International Anti-Corruption Conference (IACC) yang menyoroti pentingnya teknologi blockchain dalam memerangi korupsi pemerintah, yang terbukti menjadi mimpi buruk bagi banyak dunia administrasi.

Whistleblowing yang mendukung blockchain

Korupsi menghalangi optimalisasi fungsi pemerintah karena sumber daya yang dialokasikan tidak mengalir untuk memenuhi kebutuhan warga negara.

Pemerintah Denmark percaya bahwa digitalisasi layanan publik dan pengadaan melalui teknologi blockchain dapat meningkatkan transparansi dalam administrasi transaksi keuangan dan kepemilikan tanah. Alhasil, praktik korupsi di lembaga pemerintahan terhindar.

Melalui crowdsourcing, blockchain memanfaatkan peluang baru untuk whistleblowing dan pelaporan korupsi anonim. Misalnya, China baru-baru ini menyusun rencana untuk menggunakan sistem bertenaga blockchain baru untuk meningkatkan pengawasan terhadap petugas polisi dan hakimnya, dan dalam prosesnya, memberantas korupsi.

Menurut Ulla Tørnæs, Menteri Kerjasama Pembangunan:

"Dengan teknologi digital sekarang kami memiliki alat baru untuk memerangi korupsi. Dengan laporan ini kami ingin memulai diskusi tentang potensi dan dilema. Di satu sisi ada kemungkinan yang sangat besar dan di sisi lain kita tidak boleh melupakan risiko yang menyertainya. "

Laporan tersebut mencatat bahwa perempuan memiliki akses yang lebih sedikit ke solusi digital, teknologi seluler, dan internet di negara berkembang dan ini terbukti menjadi tidak praktis ketika menjinakkan korupsi yang tak terkendali menggunakan digitalisasi berbasis blockchain. Selain itu, kemungkinan besar perempuan bekerja di perekonomian informal dibandingkan laki-laki, yang sulit untuk didigitalkan.

Pemerintah Denmark memandang ini sebagai beberapa tantangan yang harus dihadapi sehingga whistleblowing yang didukung blockchain dapat meningkatkan perjuangan melawan korupsi.

End
Zaenal Arifin
Tip